
Benar kata seseorang, bangunlah di sepertiga malam dan kau akan sangat mudah mengingat dosa. Mungkin yang dimaksud sepertiga malam itu, jika jam di dindingmu telah berjalan dari angka satu ke tiga. Tapi, jangan menunggui malam. Tidurlah dahulu, dan paksa dirimu bangun di jam itu. Hening bening... di pelupuk matamu yang ada hanya dosa. Entah berapa, kau tak mampu lagi mengingat. Kalaupun kau ingat, apa kau mampu menghitungnya?
Aku terbangun malam ini karena petir. Tapi, sebelum tidur, aku memang meminta untuk dibangunkan. Tiba-tiba aku teringat percakapan singkat dengan Dina. Tentang seorang lakilaki yang mendoakan seorang perempuan (yang saat itu telah memiliki pasangan) dengan tekun. Ia melakukannya bertahun-tahun, hampir di setiap sepertiga malam yang ia miliki. Doa-doa itu pastilah sangat intim, Tuhan luluh dan benar-benar menghadiahkan perempuan itu menjadi jodohnya. Kini, mereka telah menikah.
Cerita itu sederhana. Tapi entah mengapa, sepanjang Dina bercerita, aku merinding berkali-kali. Betapa ajaibnya doa Tuhan.. Jadi aku memutuskan untuk terbangun juga, hendak meminta serupa yang lakilaki itu lakukan. Meminta dia yang jauh di sana untuk diriku. Awalnya begitu niatnya, tapi entah kenapa yang ada di kepalaku hanya dosa... kupikir doa yang paling mantra adalah doa mereka yang sedikit membilang dosa. Aku tidak berhenti berdoa. Tapi masih doa ampunan, belum berani memasukkan dia dalam rencana merubah peta takdir. Biarlah..
Sambil memikirkan dosa (ya sebut saja "Dasar perempuan!"), aku juga memikirkan rencana merubah pakaian yang aku sering kenakan. Dahulu, ibu mendikte harus memakai rok. Jadi aku menghabiskan masa SMA hingga S1 dengan rok. Tak pernah sekalipun memakai celana. Sampai akhirnya ibu dengan sendirinya membelikan beberapa item celana sesaat sebelum berangkat ke Jogja. Mungkin sampai pada paragraf ini, kau akan bertanya atau mungkin mencibir, betapa tidak merdekanya aku soal pakaian. Iya, memang... ibu mendominasi soal itu. Tak mengapa, aku suka!
Singkat cerita, setelah menjadi perempuan dewasa, aku nyaris tak pernah memakai rok. Di lemari hanya ada celana. Dan, saat melihat gambar di atas, entahlah... tiba-tiba aku merindui diriku yang dulu. Dan akhirnya lahir satu doa baru di kepala. Aku ingin menutup diriku dengan benar. Meski kata orang bereskan hati saja dulu, tapi menurutku kebaikan apapun yang terlintas di kepalamu, sebaiknya jangan ditunda. Sebab, kebaikan yang satu akan memancing kebaikan lainnya. Aamiin!
Tapi entah kapan memulainya...
Oh iya, malam ini Jogja sedang manis-manisnya. Sore hari tadi Kukuh Murti Supomo mengirim pesan yang sangat pendek tetapi menjejakkan kesan yang teramat panjang. Dia merindui segala sesuatu yang ada di Jogja, termasuk aku mungkin! Meski belum kubalas, tapi pesan itu membuat aku merasa berarti. Apa yang lebih menyenangkan selain dirindui?
Dan tadi aku mengecek Timeline Twitter dan menemukan Nadia Nurani Isfarin berkicau soal rindunya.

Uh Nadia, aku benar-benar mabuk malam ini. Kita sangat jarang mengakui rindu, tapi memang meributkan rindu setiap waktu akan membuat ia hambar, kan? Terimakasih Nad, Kukuh.. kalau kalian membaca ini, aku ingin bilang aku baik-baik saja. Jogja membuat tidurku selalu nyaman sampai-sampai aku malas menjenguk Tesis :P Tapi percayalah, aku baik-baik saja.
☂
Tulisan ini sepertinya buta arah. Setelah membaca ulang paragraf di atas, rasanya aku bingung hendak bercerita apa. Tapi sekali-kali tersesat itu menyenangkan... :) Aku sebenarnya hanya ingin bercerita perihal gambar ketiga anak-anak di atas. Betapa menyenangkannya mereka. Senyum yang tulus dan kepolosan yang manis. Di usia seperti itu, mereka sudah mengenakan pakaian yang sopan dan sederhana. Sebaik-baiknya hijab bagi wanita adalah yang tidak menarik perhatian. Sebab hijab adalah penutup.

Kata Ustad Felix Siauw,
Semakin Sederhana Jilbabmu, Semakin Tinggi Pemahamanmu
Aku tahu belum berjilbab dengan benar, dan harus berusaha memperbaikinya segera mungkin!

aku secret admire kamu di twitter..dan akhirnya nyasar di mari :D btw ava kamu itu pakai baju manten? Udh nikah? kok g ada buku tamu di blog ini? hahahaha maaph bawel
BalasHapussopo iki? secret kok ya bilang-bilang :P
BalasHapus